Maluku Utara-Ketidakpastian jadwal pelaksanaan Piala Soeratin wilayah Maluku Utara memicu kekhawatiran di kalangan pengurus dan klub peserta, hingga muncul kekhawatiran bahwa pertandingan ini berpotensi dibatalkan.
Masalah ini diduga bermula dari penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) Sekretaris Jenderal Asprov Malut oleh PSSI, yang salah satu agendanya mencakup penyelenggaraan Piala Soeratin memperebutkan Piala Gubernur serta persiapan Kongres Luar Biasa.
Menurut sumber dari Club anggota afiliasi yang meminta tidak disebutkan namanya, pada pekan ini, munculnya karena ini belum adanya koordinasi maupun komunikasi antara pengurus baru dengan pengurus lama yang saat ini masih menjalankan proses administrasi serta pengimputan data pemain ke dalam sistem resmi PSSI sehingga menimbulkan kekacauan dalam persiapan.
Padahal, dimulainya pendaftaran maupun penyelenggaraan Piala Soeratin ini merupakan arahan langsung dari PLT Ketua Asprov PSSI Malut.
Kondisi ini justru menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi antara PLT Ketua dengan PLT Sekjen yang ditunjuk langsung oleh PSSI.
Akibatnya, rangkaian pertandingan Piala Soeratin wilayah Maluku Utara hingga saat ini belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Para klub peserta menanggap, Piala Soeratin ini adalah hak dan kewajiban PSSI Malut untuk menyelenggarakan, apabila tak diselenggarakan, maka PLT Ketua & Sekjen dianggap gagal dlm mengemban amanah organisasi. (*)



Tinggalkan Balasan