Tidore-Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang perpustakaan dan kearsipan terus didorong oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan.
Salah satunya melalui gagasan aksi perubahan yang dikembangkan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan dalam mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (Diklat PKA) Angkatan III Tahun 2026.
Aksi perubahan tersebut mengusung judul “Optimalisasi Tata Kelola Layanan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan”, dengan inovasi yang diberi nama SITAKO.
SITAKO diharapkan menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola pelayanan, sekaligus mendorong terciptanya layanan perpustakaan yang lebih tertib, mudah diakses, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan, Zulkifli Ohorella, menyampaikan dukungan penuh terhadap aksi perubahan yang digagas tersebut.
“Tentunya sebagai Kepala Dinas, saya sepenuhnya mendukung aksi perubahan yang digagas ini. Pada gilirannya, inovasi ini akan kita jadikan sebagai panduan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan, sehingga publik merasa aman dan nyaman saat berada di Perpustakaan Daerah Kota Tidore Kepulauan,” ujar Zulkifli. Senin (24/8/26)
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan koleksi buku atau fasilitas perpustakaan, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik ketika berkunjung dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia.
“Perpustakaan hari ini tidak cukup hanya menjadi tempat menyimpan dan membaca buku. Perpustakaan harus mampu menjadi ruang publik yang memberikan pelayanan terbaik, ramah, nyaman, informatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Zulkifli menilai, hadirnya SITAKO menjadi momentum untuk memperkuat sistem pelayanan sekaligus membangun budaya kerja yang lebih efektif dan terarah di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan.
“Kami ingin setiap proses pelayanan memiliki tata kelola yang jelas. Masyarakat yang datang harus mendapatkan kepastian pelayanan dan merasa dilayani dengan baik. Karena itu, inovasi ini bukan sekadar kebutuhan dalam rangka mengikuti Diklat PKA, tetapi harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi organisasi maupun masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah inovasi sangat bergantung pada komitmen seluruh jajaran organisasi untuk menjalankannya secara konsisten.
“SITAKO harus menjadi inovasi yang hidup, bukan hanya berhenti sebagai dokumen atau program pada saat pelaksanaan Diklat. Setelah selesai, kita berharap inovasi ini dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi serta tuntutan pelayanan publik,” tegas Zulkifli.
Lebih lanjut, ia mengatakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan akan terus membuka ruang terhadap berbagai gagasan baru yang dapat memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, transformasi pelayanan publik membutuhkan keberanian untuk melakukan pembenahan dari dalam organisasi. Karena itu, setiap inovasi yang memiliki tujuan memperbaiki sistem pelayanan harus mendapatkan dukungan dan dikawal bersama.
“Saya berharap seluruh jajaran dapat memberikan dukungan terhadap implementasi SITAKO. Kita ingin membangun pelayanan yang semakin baik, profesional dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ukuran keberhasilan kita bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan perubahan dan kemudahan dalam mendapatkan layanan,” pungkasnya.
Melalui implementasi SITAKO, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan diharapkan mampu memperkuat tata kelola layanan sekaligus menghadirkan perpustakaan sebagai ruang publik yang semakin inklusif, nyaman dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Aksi perubahan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, literasi, edukasi dan ruang interaksi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan.



Tinggalkan Balasan