TERNATE- Puluhan orang tua wali murid mendatangi kediaman Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Sarbin Sehe, di Kota Ternate pada Jumat (3/7/2026).

Mereka hadir sejak pukul 13.22 WIT untuk mengadukan nasib anak-anak mereka yang belum mendapatkan kuota sekolah di tingkat SMA setelah seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/SPMB) resmi ditutup.

Para orang tua didominasi oleh ibu-ibu mengaku mengalami berbagai kendala teknis saat proses pendaftaran online berlangsung, hingga menyebabkan anak-anak mereka gagal masuk ke sekolah pilihan.

Mila (28), salah satu perwakilan orang tua wali, menjelaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak pemerintah agar membuka jalur pendaftaran secara manual.

“Saya dan orang tua lainnya sudah dari tadi di sini. Kedatangan kami ke kediaman Wakil Gubernur untuk menyampaikan keluhan, mulai dari rumitnya proses seleksi hingga anak-anak kami yang akhirnya belum terdaftar di sekolah mana pun,” ujar Mila kepada media.

Mila menambahkan, variasi masalah yang dihadapi orang tua cukup beragam. Namun, ketika mereka mencoba mendatangi pihak panitia sekolah, mereka justru mendapatkan penolakan dengan alasan masa pendaftaran telah berakhir.

“Semua sekolah sudah ditutup. Terus anak-anak kami mau disekolahkan di mana lagi kalau semua pendaftaran sudah dikunci?” keluhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, langsung menemui para orang tua wali satu jam setelah mereka berkumpul. Dalam forum dialog yang digelar, Sarbin langsung bergerak cepat mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat.

Sarbin menginstruksikan agar seluruh data dan identitas calon siswa yang bermasalah segera dicatat secara rinci untuk dicari jalan keluarnya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut.

“Diidentifikasi dulu seluruh identitas dan keluhannya. Kami dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama panitia, akan memberikan solusi terbaik agar anak-anak ini tetap bisa bersekolah,” tegas Sarbin di hadapan para orang tua.

Di tengah ketegangan para orang tua, Sarbin Sehe sempat melemparkan beberapa candaan yang berhasil mencairkan suasana menjadi lebih harmonis dan sejuk. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjamin hak pendidikan anak-anak di Maluku Utara.

“Sejatinya, tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah. Kami pasti mencarikan solusi terbaik buat anak-anak kita,” pungkasnya.

Pertemuan dan penyampaian aspirasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan berakhir dengan membawa angin