Halaman Sofifi—Pemuda dan pemudi Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, menggelar rangkaian kegiatan Karnaval Suku Bajo pada 28 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan pemuda, menjaga silaturahmi dengan masyarakat, serta melestarikan adat istiadat Suku Bajo.

Ketua Pemuda Desa Laluin, Wista Dahlan, mengatakan program kepemimpinannya berfokus pada pembentukan pemuda yang aktif, kreatif, dan mandiri melalui kegiatan olahraga, pelatihan keterampilan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Ia berharap kepengurusan pemuda yang baru dapat menjadi wadah pemersatu dan mendorong generasi muda terlibat langsung dalam pembangunan desa, sekaligus menjaga budaya Suku Bajo.

“Harapan saya, mari kita tinggalkan perbedaan yang dapat memecah belah dan bersatu untuk membangun Desa Laluin. Pemuda harus menjadi kekuatan perubahan, menjaga budaya Suku Bajo, dan membawa desa menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Nadila Ode Arfa, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan pemuda dan pemudi Desa Laluin dengan sasaran pelajar serta masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan mencakup karnaval di tiga dusun, baik di darat maupun di laut.

Menurut Nadila, titik kumpul karnaval darat berada di Pasar Desa Laluin, sedangkan kegiatan di laut dipusatkan di kawasan karamba. Ia menyebut sekitar 90 persen masyarakat mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan, baik melalui bantuan fisik maupun nonfisik.

Koordinator kegiatan sekaligus steering committee, Rifandi R. Hi. Basri, menjelaskan bahwa Karnaval Suku Bajo menampilkan pertunjukan di atas laut, seperti upacara di laut, deklarasi Sumpah Pemuda, serta kampanye menjaga kelestarian laut.

Adapun Wakil Bendahara Panitia, Aslira R. Selang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmy Umar Muksin, masyarakat, pengusaha, dan aparatur sipil negara (ASN).

Melalui kegiatan ini, panitia berharap persatuan pemuda di Dusun I, II, dan III semakin kuat, silaturahmi dengan masyarakat tetap terjaga, serta adat istiadat Suku Bajo dan kelestarian laut terus dilestarikan.