Ternate-Suasana sore di kawasan bersejarah Kedai Kopi Rempah, Benteng Oranje, Ternate, berlangsung penuh kehangatan pada Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang di langsung tepat pukul 16.00 WIT, ajang bertajuk “Pameran dan Bincang Karya Budaya Kopi Rempah Ternate: Perpaduan Rasa, Aroma, dan Tradisi” ini memikat perhatian puluhan peserta dari berbagai kalangan.
Berdasarkan pengamatan media di lokasi kegiatan, antusiasme peserta tampak hidup sepanjang acara. Kelompok mahasiswa terlihat tekun menyimak pemaparan mengenai sejarah dan nilai tradisi kopi rempah. Di sisi lain, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum ini untuk menggali peluang pengembangan produk olahan lokal.
Kegiatan yang digagas panitia pelaksana ini diselenggarakan atas kerja sama dan dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara yang diwakili oleh Utara yakni Kasubag Umum Bpk. Stenli R. Loupatty, S.Pd., M.Pd..
Diskusi budaya ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya akademisi Dr. Awaludin Rizal, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara Fauziah Rasid, S.S., M.Si., serta pelaku usaha Ummi Salamah, SE, yang merupakan owner dari Rumah Produksi Pakesang.
Pada kesempatan yang lain, Ketua Panitia Dalam sesi wawancara bersama media,Dr. Suratman Dahlan, memaparkan secara mendalam latar belakang serta arah dan tujuan diselenggarakannya agenda budaya tersebut:
“Penting untuk saya sampaikan, kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa kopi rempah tidak semata-mata merupakan produk kuliner, tetapi juga merepresentasikan pengetahuan lokal, praktik budaya, dan identitas masyarakat yang tumbuh dalam sejarah panjang Ternate sebagai bagian dari jalur perdagangan rempah dunia. Karena itu, membicarakan kopi rempah berarti membuka ruang untuk menelaah hubungan antara warisan budaya, kreativitas masyarakat, dan peluang pengembangannya” katanya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kopi rempah Ternate sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal. Selain menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan, juga sebagai upaya promosi kopi rempah Ternate agar semakin dikenal dan diapresiasi. Oleh karena itu hadir juga influencer untuk mendokumentasikan produk kopi rempah sebagai upaya memperluas promosi digital, khususnya kepada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat identitas budaya Ternate, memperkenalkan keunikan cita rasa dan aroma kopi rempah, serta membuka peluang pengembangan usaha dan ekonomi kreatif bagi para pelaku lokal. Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan sebagai sponsorship, terutama kepada semua masyarakat yang pembayar pajak, terima kasih juga kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, para narasumber, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.” Harapannya.
Melalui sinergi antara pelestarian nilai sejarah, keterlibatan akademisi, dan geliat promosi digital dari generasi muda, kopi rempah Ternate diharapkan terus bertransformasi dari sekadar warisan tradisi menjadi ikon ekonomi kreatif daerah yang berdaya saing.

Tinggalkan Balasan