Halamhera Barat-Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 1448 Hijriah yang digelar oleh Majelis Ta’lim Shoutul Fattah dan Majelis Ta’lim Al-Mu’ayyad sukses dilaksanakan.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dalam suasana penuh kekeluargaan. Turut hadir Camat Jailolo, Kepala Desa Guaemaadu, Kepala Desa Gufasa, Babinsa Guaemaadu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah sekaligus Ketua Majelis Ta’lim Al-Mu’ayyad, Nur Lukesti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan Maulid Nabi merupakan wujud kebersamaan, silaturahmi, dan ukhuwah antarsesama.

Ia menyebut kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, baik melalui kas majelis ta’lim maupun sumbangan para donatur dalam bentuk uang dan barang.

“Rame ing gawe, sepi ing pamrih”, menjadi semangat kebersamaan dan gotong royong yang menurut Nur Lukesti turut mengantarkan kegiatan tersebut berjalan sesuai harapan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan, pelayanan maupun pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

“Kami berharap kebersamaan tersebut dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” kata Nur, Senin (24/08/2026).

Sementara itu, Penasehat Majelis Ta’lim Shoutul Fattah, Pardi Idris, mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah.

Ia mengatakan, tema kegiatan yang mengangkat keteladanan akhlak dan perjuangan Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kita sebagai umat beliau dapat mencontoh dan meneladani akhlak serta perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari serta kita ajarkan kepada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Pardi juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali santri yang selama ini memberikan doa dan dukungan terhadap keberadaan Majelis Ta’lim Shoutul Fattah dalam membina generasi muda.

Menurutnya, pembinaan generasi muda menjadi bagian penting untuk membangun generasi penerus yang baik sekaligus memperkuat umat Islam.

Ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah paguyuban dan organisasi yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Jailolo, Muhammad Ade Fabanyo memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan, ia menilai peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting, tidak hanya sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan paguyuban di wilayah Kecamatan Jailolo juga memiliki peran penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan dan budaya sekaligus menjadi jembatan untuk membangun hubungan harmonis antarmasyarakat.

“Keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, rukun dan saling menghormati,” tegas Ade Fabanyo.

Ia menilai, masyarakat yang tergabung dalam paguyuban telah menunjukkan semangat kebersamaan dengan tetap menjaga tradisi dan budaya daerah asal, sekaligus mampu berbaur dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Ade Fabanyo juga menyoroti kepedulian paguyuban terhadap masyarakat, termasuk ketika terdapat warga yang sakit. Menurutnya, perhatian yang diberikan tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga doa dan kepedulian sosial.

“Hal tersebut membuktikan bahwa kebersamaan itu nyata. Walaupun kita berada jauh dari daerah asal, bahkan terpisah dari keluarga dan kampung halaman, ketika berada di sini kita tidak pernah merasa sendiri,” tuturnya.

Ia berharap, paguyuban dapat terus menjadi wadah yang memperkuat persatuan, bukan hanya bagi anggotanya, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Ade Fabanyo juga mengajak generasi muda untuk menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan adat istiadat yang baik. Ia meminta generasi muda mampu memberikan contoh positif serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pembinaan terhadap generasi muda perlu terus dilakukan agar mereka mampu berkembang dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat, termasuk bagi mereka yang lahir dan tumbuh jauh dari daerah asal orang tuanya,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Ade Fabanyo mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ia berharap, kegiatan tersebut membawa keberkahan, mempererat tali persaudaraan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat, majelis ta’lim, dan paguyuban untuk memperkuat hubungan sosial serta menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.