Ternate-Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, mahasiswa magang Program Studi Sastra Inggris bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku Utara menggelar webinar bertajuk “Bahasa di Tengah Perubahan Zaman: Menjaga Jati Diri Bangsa dalam Semangat Sumpah Pemuda”, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan daring yang diikuti oleh 100 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Malut, akademisi, serta mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah, sekaligus memperkuat kemampuan berbahasa asing di tengah arus globalisasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Unkhair, Jainul Yusus, S.S., M.Hum., yang hadir mewakili Dekan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini dalam merawat identitas kebangsaan melalui literasi bahasa.

Sesi pemaparan materi utama disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Maluku Utara, Dr. Ir. Fachruddin Tukuboya, S.T., M.M., yang mengusung tema “Guardians of Our Language: The Role of Young People in Preserving Language and Literature.” Ia menekankan pentingnya peran strategis generasi muda sebagai garda terdepan penjaga kelestarian bahasa dan sastra.

Webinar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah narasumber kompeten lainnya, yaitu:

1. Nur Lienda, S.Kom., M.T., M.Sc, dengan materi “Language in a Changing Era: Challenges and Opportunities.

2. Dr. Faradila Masuara, S.S., M.Ed., TESOL Int’l, yang membedah topik “Indonesian, Regional Languages, and English in Preserving National Identity.

3. Kurniati Sillia, yang menutup sesi materi melalui topik inspiratif bertajuk “English Opens Doors for Me.

Berdasarkan hasil pengisian formulir evaluasi, mayoritas peserta memberikan respons positif terhadap rangkaian materi yang disajikan. Para peserta menilai kegiatan ini berhasil memperluas wawasan mengenai urgensi menjaga identitas bangsa dan melestarikan budaya lokal, tanpa menutup diri terhadap tantangan global.

Melalui suksesnya penyelenggaraan acara ini, pihak penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Langkah ini dinilai krusial untuk terus mendongkrak literasi bahasa, menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu, serta memotivasi generasi muda agar cakap berbahasa asing tanpa kehilangan jati diri keindonesiaannya.