SOFIFI-Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Maluku Utara terus mematangkan kesiapan menjelang gelaran akbar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo Tahun 2026.
Guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, jajaran pengurus Taekwondo Maluku Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara di Sofifi. Agenda Kejurda tahun ini dipastikan bakal dipusatkan di Sofifi, Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.
Pertemuan penting tersebut dihadiri langsung oleh kedua belah pihak. Dari jajaran Dispora Maluku Utara, hadir Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Mursid Marasabessy, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Nafsin Johra selaku Koordinator Wilayah, serta sejumlah staf Bidang Binpres.
Sementara dari pihak Pengprov TI Maluku Utara, koordinasi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua, Nuryadin Rachman, Sekretaris Umum, Handoko, Technical Delegate (TD), Sahyuri.
Berdasarkan hasil kesepakatan rakor yang diterima media pada Sabtu (18/7/2026), ajang bergengsi Kejurda Taekwondo Maluku Utara 2026 dipastikan akan berlangsung selama lima hari penuh, terhitung mulai tanggal 24 hingga 28 Juli 2026.
Untuk menampung antusiasme para atlet dan penonton, panitia telah menetapkan Aula SMA Negeri 5 Kota Sofifi sebagai arena utama (venue) pertandingan setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Tempat ini dinilai sangat representatif untuk menyelenggarakan kompetisi tingkat daerah dengan standar yang baik.
Kejurda tahun ini diproyeksikan menjadi panggung pembuktian bagi generasi emas taekwondo Maluku Utara. Kompetisi akan memfokuskan pada penjaringan dan pembinaan atlet di dua kategori utama, yakni Kategori Prestasi Junior untuk kelompok usia kelahiran tahun 2010 sampai 2012, serta Kategori Senior untuk para atlet dengan usia kelahiran tahun 2009 ke bawah.
Selanjutnya, pihak panitia juga memberikan klarifikasi tegas terkait isu pendaftaran berbayar. Untuk kategori prestasi, isu tersebut dipastikan tidak benar atau gratis. Sementara itu, usulan untuk kategori semi-prestasi di kelas Pra Cadet dan Cadet diputuskan untuk ditiadakan.
Langkah ini diambil agar panitia bisa lebih fokus pada penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan datang.
Melalui kolaborasi erat antara Pengprov TI dan Dispora Maluku Utara ini, Kejurda 2026 di Sofifi diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kompetisi rutin.
“Lebih dari itu, ajang ini ditargetkan mampu melahirkan ksatria-ksatria taekwondo baru yang siap mengharumkan nama Maluku Utara di kancah nasional maupun internasional di masa depan,” ungkap Ketua Umum TI Maluku Utara, Master Asadul Boyratan.


Tinggalkan Balasan