Ternate-Aliran sungai mati (barangka) di Kelurahan Kayumerah, Ternate Selatan, kembali menunjukkan pemandangan memprihatinkan. Meski sebelumnya sempat disorot, aktivitas pabrik pengolahan besi tua dan plastik di wilayah RT 06/RW 02 diduga kembali membuang limbah cair pekat ke lingkungan pada Minggu (01/03/26).
Kali ini, cairan yang mengalir deras menuju pesisir pantai terpantau berwarna cokelat pekat. Hal ini memicu kekhawatiran warga akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut, mengingat limbah tersebut membawa material sisa produksi yang mengendap di dasar barangka.
Sebelumnya, pihak pengelola (Andre) sempat berdalih bahwa limbah tersebut setara dengan air limbah rumah tangga dan bukan kategori B3, meski belum ada hasil uji laboratorium resmi yang memperkuat klaim tersebut.
Kondisi ini menciptakan pemandangan kumuh dan bau yang tidak sedap di sekitar area pemukiman warga. Endapan limbah cokelat tersebut dikhawatirkan terbawa kelaut dan merusak terumbu karang dan mengganggu biota laut di sepanjang pantai Kayumerah, yang selama ini menjadi area tangkapan nelayan kecil.
“Lalu mau buang di mana?” Kalimat ini sempat menjadi pembelaan pihak pengelola sebelumnya, yang menunjukkan kurangnya fasilitas pengolahan limbah (IPAL) yang memadai di lokasi tersebut.
Hingga saat ini, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate untuk turun tangan melakukan uji sampel air secara transparan agar status “Bukan B3” yang diklaim pengusaha bisa dibuktikan secara ilmiah.

Tinggalkan Balasan