Halmahera Timur-Aliansi Pemuda Mabapura kembali menyuarakan keresahan masyarakat lingkar tambang. Melalui pernyataan sikap resminya, Aliansi menuntut Pemerintah Daerah dan perusahaan yang beroperasi di Mabapura untuk segera memenuhi hak-hak dasar warga.
“Selama ini kami hanya menerima dampak. Debu, kebisingan, jalan rusak. Tapi hak kami atas pendidikan, kesehatan, air bersih, dan pekerjaan layak belum dipenuhi,” tegas perwakilan Aliansi saat membacakan pernyataan sikap.
Aliansi menilai kehadiran perusahaan di Mabapura selama ini belum berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Truk-truk tambang hilir mudik 24 jam, keuntungan miliaran diraup, namun kondisi di lapangan memprihatinkan.
“Berapa lama lagi kami harus menunggu? Anak-anak masih putus sekolah karena biaya. Orang tua berobat ke puskesmas tanpa dokter. Air keruh. Jalan berlubang. Upah buruh tak cukup untuk 1 bulan,” lanjut perwakilan Aliansi.
Menurut Aliansi, ini bukan soal minta-minta, melainkan soal keadilan distributif. Perusahaan mendapat izin dan keuntungan dari tanah Mabapura, maka wajib mengembalikan dalam bentuk pembangunan SDM dan infrastruktur. Sementara Pemda juga didesak segera merancang regulasi khusus.
“Mana Perda DBH khusus lingkar tambang? Mana pengawasan lingkungan? Kami menuntut dengan tegas: Pemda dan Perusahaan segera berikan hak kami.
Beberapa hak yang dituntut Aliansi antara lain: pendidikan gratis S1-S3, fasilitas kesehatan dan tenaga medis, air bersih standar PDAM, kenaikan upah buruh sesuai KLHB, penghapusan status pekerja kontrak, hingga pembangunan infrastruktur seperti jalan hotmix, lampu jalan, dan jalan layang khusus tambang.
Aliansi juga menyoroti persoalan lingkungan. Kebisingan di waktu malam dan pencemaran udara dinilai mengganggu kesehatan warga Mabapura.
Aliansi memberi peringatan keras. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari Pemda dan Perusahaan, maka Aliansi bersama mahasiswa dan pemuda Mabapura akan menggelar aksi massa yang lebih besar.
“Jangan tunggu sampai suara ini mejadi penolakan atas kehadiran pertambangan. Jangan uji kesabaran pemuda Mabapura. Karena kami sudah lelah menjadi penonton di tanah kami sendiri.



Tinggalkan Balasan