MALUKU UTARA– Kemeriahan Temu Alumni IAIN Ternate, Maluku Utara yang dihadiri ribuan alumnus berlangsung khidmat pada Sabtu malam , di Royal Restoran   (6/7/25).

Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIT ini berlangsung khidmat, mempertemukan kembali para alumni dalam suasana penuh keakraban dan nostalgia.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.I. dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya temu alumni ini.

“Sejak 30 tahun lalu kita meninggalkan kampus, kini kita kembali berkumpul sebagai alumni sekaligus keluarga besar IAIN Ternate,” ujar Sarbin, seorang alumnus IAIN Ternate.

Sarbin Sehe menyoroti perubahan signifikan yang telah terjadi di IAIN Ternate, baik secara fisik maupun perkembangan institusi. Ia menyebutkan telah berdirinya dua kampus IAIN, yakni di Kelurahan Dufa-Dufa dan Kampus Gambesi, meski kampus Gambesi belum memiliki alumni.

Ia juga berharap pembangunan kampus yang telah direncanakan dapat segera terealisasi dengan dukungan berbagai pihak. Sebagai perwakilan pemerintah daerah, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para alumni IAIN Ternate yang telah berkarya di berbagai sektor kehidupan.

“Mulai dari pekerjaan yang mulia dan teristimewa sebagai guru hingga di panggung politik, alumni IAIN Ternate telah memberikan kontribusi penting dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa IAIN Ternate memiliki peran besar dalam melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sejak berdiri pada tahun 1995.

Untuk Itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh mendukung IAIN Ternate bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) di Maluku Utara. Sebagai bentuk dukungan nyata, Wakil Gubernur Maluku Utara, bersama Wali Kota Ternate, Pihak IAIN, dan Forkompimda Maluku Utara, secara simbolis meluncurkan Beasiswaku IAIN Ternate, sebuah inisiatif mulia dari para alumni.

Rektor IAIN Ternate, Prof. Dr. Radjiman Ismail, M.P., IAIN Ternate, dalam wawancara dengan Media HalamanSofifi menjelaskan perjalanan transformasi institusinya. Mulai dari Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar, menjadi Sekolah Tingi kemudian menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

“IAIN Ternate telah melalui tiga kali transformasi. Dulunya Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar, kemudian Sekolah Tinggi, lalu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Saat ini, kami tengah mempersiapkan segala hal terkait transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN). Alhamdulillah, hampir semua regulasi dan persyaratan telah kami penuhi, dan akan kami ajukan tahun ini,” jelas Rektor.

Ketua panitia, Fahri Nahar S.Ag, M.M., dan Dr. Muhlisin, S.Hi., M.I., turut memberikan keterangan mengenai rangkaian kegiatan temu alumni. Fahri Nahar mengungkapkan bahwa kegiatan telah dimulai sejak tanggal 5 Juli dengan acara jalan sehat yang diikuti oleh lebih dari 800 alumni.

Jalan sehat ini dimulai dari Keraton Ternate menuju IAIN Ternate, dan dimeriahkan dengan testimoni dari pejabat-pejabat strategis yang juga alumni IAIN Ternate, antara lain Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Walikota Ternate, Tauhid Soleman, Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Hi. Kasman, Wakil Ketua Pimpinan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dr. Muhammad Abu Samma, Ketua KPU Provinsi Maluku Utara Mohtar Alting, Ketua Pengadilan Agama Soa-Sio Tidore Jahra Hanafi, dan Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Jamiah Qamoriah.

Selain itu, turut diadakan agenda sosial seperti pemeriksaan kesehatan dan donor darah, sebelum puncak acara pada malam hari.

Dr. Muhlisin menambahkan bahwa acara ini juga melibatkan alumni dari berbagai daerah, termasuk Sorong, Papua Barat, Raja Ampat, dan Papua Barat Daya. Yang terpenting, dalam agenda ini juga dilakukan penandatanganan MoU peningkatan SDM dengan Kementerian Agama bersama Kakanwil Maluku Utara, yang merupakan bagian integral dari upaya transformasi IAIN Ternate menjadi universitas.