TERNATE-Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMA Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Tobololo, mulai terkuak. Mantan Kepala Sekolah, Suryadi Idrus, kini menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan raibnya anggaran senilai ratusan juta rupiah untuk tahun anggaran 2024–2025.
Saat ditemui media pada Jumat (8/5/2026), Suryadi Idrus memberikan klarifikasi terkait kondisi keuangan di masa kepemimpinannya. Ia membantah adanya kendala pada pencairan triwulan pertama dan menyatakan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas kewajiban yang tersisa.
“Untuk BOSDA dan BOSP triwulan pertama tidak ada kendala. Memang ada tunggakan sekitar Rp18 juta kepada penyedia buku, dan saya akan bertanggung jawab. Saya tidak akan membebankan hal ini kepada Plt Kepala Sekolah yang baru,” tegas Suryadi.
Namun, pernyataan Supriyadi tersebut dianggap belum menjawab inti persoalan mengenai dugaan penyimpangan dana yang jumlahnya disinyalir mencapai ratusan juta rupiah selama periode 2023-2026.
Sebelumnya, Kabar miring ini diperkuat oleh keterangan sumber internal sekolah yang mengungkapkan adanya ketidaksesuaian mencolok antara laporan pencairan dana dengan fakta di lapangan. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk Alat Tulis Kantor (ATK), buku, dan pemeliharaan sarana prasarana diduga tidak direalisasikan.
“Jika ditotal, ada ratusan juta yang tidak jelas rimbanya. Faktanya di lapangan, kebutuhan mendesak sekolah tidak terpenuhi. Ini jelas merugikan siswa,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya
Di sisi lain, (7/25) Kasman, S.Pd., yang baru menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 6 Ternate per 20 April 2026, memilih untuk menjaga jarak dari polemik masa lalu. Ia menegaskan bahwa urusan pertanggungjawaban anggaran periode sebelumnya sepenuhnya berada di tangan pejabat lama.
“Saya baru bertugas tanggal 20 April. Terkait hal itu (anggaran lama), silakan tanyakan langsung ke mantan Kepsek dan mantan Bendahara. Saat ini, fokus saya adalah pembenahan administrasi dan percepatan penyusunan ARKAS agar operasional sekolah tetap berjalan,” ujar Kasman.

Tinggalkan Balasan