Halaman Sofifi — Green Democracy Institute (GDI) Maluku Utara bersama Komunitas Literasi Anak Laut menyalurkan bantuan 2.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (27/10/2026). Bantuan tersebut diprioritaskan bagi ibu-ibu janda yang paling terdampak akibat terbatasnya akses air bersih selama musim kemarau panjang.

Desa Laluin merupakan salah satu wilayah kepulauan yang masih menghadapi persoalan ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut semakin sulit ketika musim kemarau tiba. Debit air dari sumber PAM mengalami penurunan hingga tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga. Akibatnya, masyarakat terpaksa kembali mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga sebenarnya masih memiliki sumber mata air alternatif di Pulau Gunung Tiga Lalu. Namun, untuk menjangkaunya, masyarakat harus menyeberang menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar 30 menit hingga satu jam. Kondisi geografis ini membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi warga Desa Laluin.

Melihat kondisi tersebut, GDI Maluku Utara bersama Komunitas Literasi Anak Laut berinisiatif menyalurkan bantuan air bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Proses pengambilan air dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dari sumber mata air di Pulau Gunung Tiga Lalu. Setelah mengisi 10 drum air, tim relawan kemudian kembali menuju Desa Laluin sekitar pukul 16.00 WIT.

Setibanya di desa, air bersih tersebut langsung didistribusikan ke rumah-rumah warga menggunakan perahu. Proses penyaluran juga menghadapi tantangan tersendiri karena sebagian besar rumah masyarakat merupakan rumah panggung yang berdiri di atas permukaan laut.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim relawan memanfaatkan mesin pompa dan selang guna mengalirkan air hingga ke dapur rumah warga penerima bantuan.

Mengingat jumlah bantuan yang masih terbatas, pendistribusian diprioritaskan kepada ibu-ibu janda yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh GDI Maluku Utara bersama Komunitas Literasi Anak Laut, dengan melibatkan warga setempat dalam proses pengambilan hingga pendistribusian air bersih.

GDI Maluku Utara berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi dan kepedulian lintas komunitas dalam merespons persoalan sosial yang dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan.

Meski demikian, GDI Maluku Utara menyadari bahwa bantuan 2.000 liter air bersih tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan keterbatasan akses air bersih yang selama ini dialami masyarakat Desa Laluin. Bantuan ini merupakan langkah kepedulian sementara untuk membantu warga, terutama kelompok masyarakat yang paling terdampak.

Karena itu, diperlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, guna menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan ketersediaan air bersih di Desa Laluin.

Kondisi geografis wilayah kepulauan, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses masyarakat terhadap sumber mata air alternatif perlu menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan program penyediaan air bersih yang tepat sasaran.

GDI Maluku Utara berharap persoalan ini tidak hanya mendapat perhatian ketika masyarakat mengalami kesulitan, tetapi juga ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat Desa Laluin dapat memperoleh akses air bersih yang layak, mudah dijangkau, dan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.