MOROTAI-Sehubungan dengan beredarnya isu, opini, maupun pemberitaan yang merujuk dugaan nama baik saya selaku Ketua Umum Solidaritas Pelajar Mahasiswa Morotai Timur-Maluku Utara (SPMMT-MU), terkait dugaan bahwa saya menerima uang transfer sebesar Rp350.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pulau Morotai, maka melalui pernyataan tertulis ini saya merasa perlu untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya secara utuh, jujur, dan transparan agar tidak terjadi penyesatan informasi di ruang publik.

Sya secara tegas dan tanpa keraguan sedikit pun, saya menyatakan bahwa saya tidak pernah menerima, mengambil, ataupun menikmati uang sepeser pun dari Dispora maupun pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai. Dugaan maupun tuduhan yang dialamatkan kepada saya bahwa ada aliran dana masuk ke rekening pribadi saya dari dinas terkait adalah sama sekali tidak benar dan merupakan sebuah kekeliruan besar.

Untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai kronologi, konteks, serta fakta yang sebenarnya terjadi, saya menyampaikan beberapa poin penting

Komitmen Independensi SPMMT-MU Tetap Terjaga Sebagai pimpinan organisasi pelajar dan mahasiswa, saya selalu memegang teguh nilai-nilai independensi, integritas, juga solidaritas, dan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya Organisasi atau Rumahku SPMMT-MU tidak akan pernah menggadaikan idealisme gerakan mahasiswa hanya demi nominal uang tertentu, termasuk angka yang dituduhkan tersebut. Rekening pribadi saya bersih dari transferan dana yang diduga itu.

Saya mengakui bahwa sempat ada komunikasi dan pernyataan (statement) yang saya sampaikan kepada seorang oknum wartawan bernama Asrul. Dalam percakapan yang bersifat situasional saat itu, saya sempat berujar secara lisan dan telpon bahwa “nanti ada uang masuk atau dong kirim sebesar Rp350 ribu, saya akan mengirimkan kepada yang bersangkutan sebesar Rp50 ribu”. Pernyataan itu murni merupakan respon spontan dalam obrolan dan didasarkan pada asumsi pengandaian belaka (“nanti uang masuk”).

Sya juga perlu sampaikan bahwa, penolakan dan pemaksaan Nominal oleh Oknum Wartawan, juga satu Hal yang sangat saya sayangkan adalah respon dari saudara Asrul selaku jurnalis. Ketika mendengar ucapan saya mengenai angka Rp50 ribu tersebut, beliau secara tegas menolak nilai itu karena menganggap jumlahnya terlalu kecil dan secara terang-terangan meminta nominal yang lebih besar dari itu. Tindakan mematok atau memaksakan nominal uang ini jelas-jelas mencederai etika, moralitas, dan kode etik jurnalistik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang wartawan dalam menjaga independensi profesinya.

Saya juga perlu ingatkan bahwa jika publik tidak percaya, Silakan Cek Riwayat Obrolan (Chat) dan Bukti Transfer Untuk menyudahi segala spekulatif yang berkembang, saya menantang pihak-pihak yang melempar tuduhan untuk membuka bukti secara transparan. Silakan cek seluruh riwayat obrolan (chat) saya dengan orang-orang di pemerintahan daerah maupun Dispora Morotai. Tidak akan ada satu pun ruang transaksional ilegal atau kesepakatan ambil uang yang ditemukan di sana.

Begitu pula dengan bukti transfer; jika memang ada yang menuduh atau menduga saya menerima dana tersebut, silakan tunjukkan kertas atau resi bukti transfer resmi yang masuk ke rekening saya. Jika tidak ada bukti fisik berupa mutasi rekening atau bukti transfer valid, maka dugaan ini murni adalah fitnah dan histeria opini semata.

Jangan pernah Lempar Dugaan Tanpa Dasar ke Sini, Saya tegaskan secara keras, jangan pernah melempar dugaan-dugaan liar tanpa dasar ke arah saya maupun organisasi SPMMT-MU! Membangun narasi negatif hanya berdasarkan asumsi atau potongan percakapan sepihak tanpa validasi data empiris adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Kami tidak akan tinggal diam terhadap setiap upaya penggiringan opini yang mencoba merusak nama baik “solidaritas pelajar mahasiswa Morotai Timur

Melalui klarifikasi ini, saya mengimbau kepada saudara Asrul dan seluruh media massa yang menaikkan isu ini untuk bersikap objektif, dan tidak menggiring opini liar yang mengarah pada pembunuhan karakter,  terhadap diri saya pribadi maupun marwah organisasi SPMMT-MU.

Demikian surat klarifikasi dan pernyataan resmi ini saya buat dengan kesadaran penuh, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun, dan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya demi tegaknya kebenaran informasi di media sosial