TERNATE-Dugaan ketidakberesan dan Mark Up dalam proyek pembangunan fisik di SMA Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Tobololo, mulai terkuak Fasilitas Ruangan Komputer kosong.

Proyek pembangunan dua ruangan dengan taksiran masing, Ruang Komputer 400 Juta dan ruang Dewan Guru 600 juta bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2024-2025 tersebut diduga tidak sinkron antara besaran anggaran dengan fakta di lapangan.

Ketua Panitia Pembangunan, Ikbal Miradji, S.Pd., kini menjadi sorotan. Selain menjabat sebagai ketua panitia untuk pembangunan Ruang Dewan Guru dan Ruang Laboratorium Komputer, Ikbal diketahui juga merangkap peran sebagai konsultan proyek.

Informasi ini diperkuat oleh pernyataan mantan Kepala Sekolah SMA N 6 Kota Ternate, Suryadi Idrus. Suryadi membeberkan bahwa total anggaran untuk pembangunan dua ruangan tersebut mencapai angka yang fantastis, yakni hampir Rp1 miliar.

“Betul, anggaran itu berkisar hampir Rp900 juta lebih. Seingat saya, untuk satu ruangan Lab itu nilainya sekitar Rp400 juta. Anggaran itu dipisah, karena di dalamnya sudah termasuk fasilitas toilet (WC) dan output lainnya,” ungkap Suryadi saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/).

Kecurigaan menguat saat melihat kondisi fisik bangunan. Meski menelan anggaran ratusan juta rupiah, Ruang Laboratorium Komputer yang baru saja rampung tersebut dilaporkan dalam kondisi kosong tanpa perangkat teknologi.

Berdasarkan informasi terbaru Selasa (12/5/2026), di dalam ruangan tersebut hanya ditemukan 8 buah meja kayu. Tidak ada satu pun perangkat komputer baru yang tersedia sejak pembangunan selesai.

“Semenjak ruang komputer ini selesai dibangun, tidak ada satu pun perangkat komputer di dalamnya,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber tersebut juga membantah klaim adanya 20 unit komputer baru. Ia menjelaskan bahwa jika ada komputer yang terlihat, itu merupakan pengadaan lama tahun 2018 dari bantuan Kementerian yang kondisinya sebagian besar sudah rusak dan tidak berfungsi.

Hingga berita ini diturunkan, Ikbal Miradji selaku Ketua Panitia sekaligus Konsultan proyek DAK Fisik 2024-2025 belum memberikan tanggapan resmi. Upaya untuk menghubungi yang bersangkutan guna meminta klarifikasi terkait rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan realisasi volume pekerjaan di lapangan terus dilakukan.

Kesenjangan antara anggaran senilai Rp900 juta dengan fakta fisik bangunan yang ada memicu desakan agar pihak terkait segera melakukan audit terhadap proyek tersebut guna memastikan tidak adanya kerugian negara.