Tidore Kepulauan- Mulai terbongkar Skandal proyek pembangunan Talud Penahan Ombak di Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Kini ujung Tanduk.
Proyek infrastruktur yang menelan anggaran fantastis senilai Rp8,8 Miliar dan dikerjakan oleh CV Calysta Persada Utama, kini menjadi sorotan sekaligus spekulasi publik setelah realisasi fisik di lapangan jauh dari harapan dan disinyalir sarat dengan praktik penyimpangan.
Kondisi semakin memanas dan memicu spekulasi liar setelah percakapan WhatsApp Camat Oba Selatan bocor ke publik.
Dalam pesan tersebut, Camat secara gamblang membeberkan bahwa proyek talud tersebut merupakan “kontrakan punya pekerjaan” dari Pak Wali Kota. “Nanti dikoordinasikan dulu,” tulis Camat dalam pesan tersebut.
Pesan ini mengindikasikan adanya intervensi atau keistimewaan tertentu terhadap kontraktor pelaksana, sehingga proyek senilai miliaran rupiah itu terkesan dikerjakan asal-asalan karena merasa “terlindungi” oleh posisi penguasa.
Meski secara administratif proyek ini diklaim telah rampung, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dan memprihatinkan.
Progres pengerjaan tampak tersendat dan jauh dari kata tuntas, terutama pada sisi dalam talud yang hingga saat ini belum dilakukan perataan maupun penimbunan tanah kembali. Kondisi ini membuat fungsi utama bangunan sebagai penahan ombak yang kokoh patut diragukan, sekaligus menyisakan pemandangan semrawut yang membahayakan warga sekitar.
Permasalahan pada proyek ini sebenarnya sudah tercium sejak awal pengerjaan. Masyarakat setempat menduga kuat adanya penyimpangan teknis yang fatal, di mana material yang digunakan ditengarai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak, bahkan validitas hasil uji laboratorium pun sangat diragukan.
Ketidaksesuaian antara anggaran yang sangat fantastis dengan realisasi fisik di lapangan kini menuntut jawaban tegas dari pemerintah kota dan pihak kontraktor agar uang rakyat tidak terbuang sia-sia.

Tinggalkan Balasan