Halmahera Selatan- Pencegahan hutan dan lingkungan (Karhutla) serta edukasi tak hanya dilakukan oleh lintas instansi, tetapi kali ini perwakilan Kesultanan Ternate, Melalui Sangaji Obi, Kadir Rumpai. Pertemuan ini berlangsung pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026.
Kadir Rumpai Sangaji Obi Kesultanan Ternate dihadapan masyarakat menyampaikan pesan penting mengenai kelestarian lingkungan.
Dalam tatap muka kekeluargaan tersebut, amanat untuk mencegah dan meminimalisir risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi pesan utama yang disuarakan secara tegas demi menjaga ruang hidup di Pulau Obi dan wilayah Halmahera Selatan pada umumnya.
Sebagai pimpinan adat yang mengayomi wilayah hukum adat Kesultanan Ternate di Pulau Obi, Kadir Rumpai menekankan bahwa hutan dan ekologis Obi bukan sekadar bentang alam, melainkan warisan leluhur yang menjadi penopang kehidupan generasi hari ini dan masa depan. Ancaman Karhutla yang sering kali dipicu oleh kelalaian manusia maupun kondisi iklim ekstrem harus diantisipasi sedini mungkin melalui kesadaran kolektif.
“Hutan ini adalah urat nadi kehidupan kita di Pulau Obi. Sekali terbakar, bukan hanya pohon yang hangus, tetapi tanah, sumber air, dan masa depan anak cucu kita yang ikut terancam. Mari kita jaga adat dan alam ini dengan tidak membakar lahan secara sembarangan, terutama saat musim kemarau,” ujar Sangaji Obi, Kadir Rumpai, di depan masyarakat adat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat adat untuk kembali pada nilai-nilai kearifan lokal dalam mengelola tanah dan hutan. Kerja sama antara peragkat adat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan sangat diperlukan agar sistem peringatan dini dan pencegahan dapat berjalan efektif.
“Kewaspadaan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Masyarakat adat harus menjadi benteng terdepan. Jika melihat ada titik api atau potensi kebakaran, segera dipadamkan dan dilaporkan. Menjaga pulau ini adalah amanat yang tidak boleh kita abaikan,” tambahnya.
Dengan seruan ini, diharapkan Pulau Obi dan kawasan pesisir Halmahera Selatan dapat terhindar dari bencana Karhutla serta tetap menjadi pulau yang hijau, aman, dan lestari.

Tinggalkan Balasan