TERNATE- Citra institusi TNI kembali tercoreng oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab. Seorang oknum anggota TNI berinisial (J) Alias Ik Johar, yang bertugas di satuan Koramil wilayah Kota Ternate, diduga melakukan praktik penipuan terhadap orang tua calon siswa (Casis) Tamtama dengan iming-iming jaminan kelulusan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total kerugian yang dialami keluarga korban ditaksir mencapai Rp70 juta. Modus yang dilakukan oknum berinisial J ini adalah menjanjikan anak korban berinisial RF akan lolos menjadi prajurit TNI melalui jalur “pintu belakang”.

Pihak keluarga korban, melalui perwakilannya FY (Fandi F Yamani), mengungkapkan bahwa mereka terbuai janji manis sang aparat hingga bersedia menyerahkan uang dalam jumlah besar. Namun, kenyataan pahit harus diterima saat pengumuman tiba; RF dinyatakan tidak lulus, sementara uang puluhan juta rupiah telah berpindah tangan.

Meski dugaan praktik pungutan liar (pungli) ini telah terendus, oknum J dilaporkan baru mengembalikan sebagian dari total dana yang diambil. Orang tua korban menyebutkan bahwa hingga saat ini baru sekitar setengah dari total kerugian yang dikembalikan.

Dalam komunikasi terbaru, oknum J berjanji akan melunasi sisa uang milik keluarga korban pada tanggal 27 Maret 2026. Namun, ketidakpastian ini membuat pihak keluarga merasa dirugikan secara moril maupun materiil. Tindakan ini dianggap telah mencederai integritas institusi TNI yang selama ini menjunjung tinggi transparansi dalam proses rekrutmen.

Praktik percaloan ini disinyalir tidak hanya menyasar satu korban. Muncul dugaan kuat bahwa oknum J telah meraup keuntungan dari banyak calon siswa lainnya dengan pola yang serupa.

Menurut keterangan seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya, oknum tersebut diduga menunjuk beberapa orang sebagai “pembimbing” untuk mendekati para calon siswa.

“Kami diminta sejumlah uang sebagai ‘mahar’ agar bisa lolos tes dan menjadi tentara. Korbannya bukan hanya dari Ternate, ada juga teman dari Taliabu, Kelurahan Sasa, hingga dari Halmahera Utara (Halut),” ungkap sumber.