Ternate-Ketua RT 11 Di Kelurahan Akehuda, kecamatan Ternate Utara, Karim Merua, angkat bicara terkait kerancuan data penerima Bantuan Sosial (Bansos) yang tengah memicu polemik di lingkungannya. Karim menyoroti munculnya deretan nama penerima bantuan yang dianggap “gaib” karena tidak dikenal oleh perangkat lingkungan setempat.
Persoalan ini mencuat setelah ditemukannya undangan penerimaan bansos yang mencantumkan alamat di RT 00. Karim menegaskan bahwa secara administratif maupun faktual, wilayah Kelurahan Akehuda tidak memiliki satuan lingkungan bernama RT 00.
“Kami seluruh Ketua RT di Akehuda sudah dipanggil untuk menyikapi persoalan data yang tidak akurat ini. Masalah ini sangat serius karena berpotensi menimbulkan validasi data saat penyaluran nanti,” ujar Karim Merua ketika di konfirmasi, Kamis (16/01/26).
Menurut Karim, selama ini sistem administrasi di Kelurahan Akehuda di bawah kepemimpinan Lurah Farida Saleh sangat tertib. Setiap warga yang masuk berdomisili maupun yang keluar selalu terdata dengan rapi. Namun, data bansos yang turun kali ini justru berbanding terbalik dengan realita di lapangan.
“Semua Ketua RT ditanya oleh Ibu Lurah terkait nama-nama yang ada di undangan. Hasilnya sama, warga-warga itu memang tidak kami kenal. Bagaimana bisa data muncul dari RT 00, sementara kami di sini tahu persis siapa warga kami,” lanjutnya.
Lurah Akehuda, Farida Saleh, memberikan tanggapannya terkait kerancuan Data Bansos. Farida membenarkan adanya tumpukan undangan penerima bansos yang subjeknya tidak diketahui keberadaannya oleh pihak Kelurahan maupun para Ketua RT.
Farida menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi silang (cross-check) terhadap seluruh data yang tertera dalam undangan tersebut guna menghindari kesalahan penyaluran.
“Saya sudah memanggil semua RT untuk memverifikasi data-data tersebut. Faktanya, para RT tidak mengetahui siapa warga yang tertera dalam undangan itu. Setelah kami periksa lebih detail, ditemukan kejanggalan pada identitas mereka,” jelas Farida.
Lebih lanjut, Farida mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa beberapa penerima yang terdata di Kelurahan Akehuda ternyata memiliki NIK Kartu Keluarga (KK) dan KTP dari luar Kota Ternate.
“Data-data tersebut menunjukkan identitas luar kota, namun anehnya masuk dalam daftar penerima di wilayah kami. Ini yang perlu diklarifikasi lebih lanjut agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada warga Akehuda yang berhak,” pungkas Lurah Farida Saleh.

Tinggalkan Balasan