Ternate-Pelayanan di Polsek Ternate Selatan menuai kritik tajam. Kuasa hukum korban kekerasan anak di bawah umur, Bahmi Bahrun, mengecam keras sikap Kapolsek Ternate Selatan yang dinilai tidak beretika saat proses hukum tengah berlangsung di kantor kepolisian tersebut, Rabu malam (4/2/).
Insiden yang dianggap mencederai semangat “Polri Presisi” ini terjadi saat korban beserta orang tuanya memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan tambahan pada Rabu malam, pukul 21.00 WIT.
Bahmi mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan Kapolsek yang justru asyik memutar Musik dan karoke dengan keras di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Aksi bernyanyi diruang SPKT sampai terdengar di ruang pemeriksaan ini sebuah perilaku yang tidak terpuji.
“Apa yang dilakukan Kapolsek tidak pantas. Di saat korban kekerasan anak dan orang tuanya sedang memberikan keterangan, pimpinan di Polsek itu justru memutar musik dan koreke Ini bukan contoh yang baik bagi bawahan maupun masyarakat,” tegas Bahmi kepada media, Kamis (5/2/26)
Menurutnya, ruang SPKT hingga ruang pemeriksaan seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang tertimpa masalah hukum, bukan justru menjadi tempat hiburan seperti Aksi tersebut.
Selain menyoroti masalah perilaku, Bahmi Bahrun juga mengingatkan tidak boleh ada upaya dari pihak-pihak tertentu di Polsek Ternate Selatan untuk mengintervensi kasus ini. Ia mendesak agar tidak ada oknum yang mencoba menekan atau menghasut keluarga korban untuk mencabut laporan.
“Saya ingatkan dengan tegas kepada pihak Polsek Ternate agar tidak mempengaruhi orang tua korban, baik melalui telepon maupun secara langsung, untuk menarik laporan perkara ini,” ungkap Bahmi.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah Bahmi Bahrun menerima keluhan dari keluarga korban mengenai adanya tekanan-tekanan untuk menghentikan kasus kekerasan tersebut.
Di akhir keterangannya, Bahmi menekankan pentingnya menjaga integritas selama proses pembenahan internal Polri yang sedang berjalan. Ia berharap setiap personel kepolisian bisa saling menghargai proses hukum dan tetap profesional.
“Kita semua ingin kepolisian menjadi lebih baik. Oleh karena itu, mari kita jaga integritas ini bersama-sama. Jangan ada tindakan yang justru merusak citra institusi di mata masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan