Ternate-Tabir yang menutupi keberangkatan rombongan Kepala Sekolah (Kepsek) SD asal Kecamatan Ternate Selatan ke Yogyakarta kini mulai tersingkap.
Alibi (studi banding) yang sebelumnya dilontarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis Djumadil, terindikasi kuat hanya merupakan alasan untuk melegitimasi perjalanan wisata di tengah pengetatan anggaran.
Fakta ini diperkuat dengan beredarnya dokumentasi aktivitas para pendidik tersebut di media sosial. Dalam salah satu unggahan status WhatsApp yang berhasil diabadikan, rombongan Kepsek tersebut tampak asyik berpose di destinasi wisata Hutan Pinus Mangunan, Yogyakarta.
Mengenakan seragam berwarna cokelat muda dengan kerudung biru yang seragam, mereka berpose ceria tanpa menunjukkan adanya agenda kunjungan resmi ke lembaga pendidikan tertentu. Yang lebih ironis, keberadaan Kabid Mutasi dan Promosi, Sitti Jawan Lessy, di tengah rombongan semakin memperkuat dugaan bahwa perjalanan ini adalah agenda non-kedinasan.
Menanggapi perkembangan fakta di lapangan, Sumber internal, kembali angkat bicara. Ia menilai alasan studi banding yang sempat disampaikan ke Wartawan merupakan bentuk pembohongan informasi jika pada kenyataannya rombongan hanya terlihat mengunjungi tempat-tempat wisata.
“Jika benar mereka hanya jalan-jalan, maka ini bukan lagi soal ketidakhadiran di jam kerja, tapi sudah masuk pada pembohongan publik. Menggunakan diksi ‘studi banding’ untuk menutupi agenda jalan-jalan adalah tindakan yang sangat tidak terpuji dan memalukan dunia pendidikan,” tegas sumber yang enggan di publikasi Selasa (13/1/26).
Hingga saat ini, klaim bahwa perjalanan tersebut menggunakan dana pribadi tetap menjadi tanda tanya besar. Sumber internal menyebutkan bahwa dalih dana pribadi sering kali digunakan sebagai (tameng) untuk menghindari jeratan hukum terkait penyalahgunaan anggaran BOS atau BOSDA.
“Sangat tidak logis belasan Kepsek sepakat mengeluarkan jutaan rupiah uang pribadi secara serentak hanya untuk jalan-jalan ke Jogja di hari kerja, kecuali ada sumber dana lain yang dialokasikan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan